Postingan

Menampilkan postingan dengan label Buku

Vuja De, Segway dan Intuisi

Bertahun-tahun yang lalu, para psikolog menemukan ada dua jalan menuju keberhasilan yaitu: konformitas dan orisinalitas . Konformitas adalah mengikuti orang kebanyakan di jalur konvensional dan menjaga status quo (keadaan sebagaimana adanya). Sedangkan orisinalitas merupakan memilih jalur yang lebih jarang dilalui, tetapi akhirnya menjadikan segala sesuatu menjadi lebih baik. Apa itu orisinal? Secara definisi dapat dijelaskan sebagai berikut: (a) orisinal ( adj .) asal-usul atau sumber dari sesuatu, sesuatu bersumber, dimulai, atau berasal darinya. (b) orisinal ( n. ) sesuatu dengan karakter tunggal atau unik, seseorang yang berbeda dari orang lain dengan cara yang memikat atau menarik; seseorang berkapasitas inisiatif atau inventif.

Harga Sebuah Percaya

“Lihatlah, Jim, Pate!” Laksamana Ramirez maju mendekati salah satu pohon pisang, mengangkat pedangnya, menebasnya. “Hanya sedikit orang di dunia ini yang tahu, pohon pisang tidak akan pernah mati walau ditebas ribuan kali. Ia akan terus tumbuh, merekah daun-daun baru. Lihatlah, pohon ini akan menumbuhkan pelepah daun barunya esok atau lusa. Karena itulah janji pohon pisang. Ia tak akan pernah mati sebelum berbuah. Sekali ia berbuah, maka saat kau tebas batangnya, pohonnya akan mati, akarnya akan layu. “Begitu-pula-lah seharusnya dongeng kita. Berjanjilah tak akan pernah mati sebelum menyelesaikannya. Tidak akan. Sekali kita berhasil menyelesaikan-nya, maka tak masalah maut menjemput kapan saja.”

Azab dan Sengsara

"Anggiku Mariamin yang amat kucinta ! Sebelum kakanda menceritakan sebabnya kakanda berkirim surat ini, lebih dahulu kakanda meminta doa kepada Allah, supaya Ia memberi adinda kekuatan akan menahan kabar yang akan kuberikan ini kepada adinda. Riam, berat yang kupikul, ngeri perasaanku sampai pada waktu menulis surat ini. Hatiku remuk-redam. Engkau pun tentu demikian. Sebab itu kumpulkanlah tenagamu, pikul lah bebanmu dengan hati yang sabar sebagai aku. Anggi Riam, kekasihku tiada berkurang akan dikau. Percayalah, engkau tak kulupakan dari dahulu sampai sekarang, ya, sehingga matiku. Aku pun percaya, adinda kasih juga akan kakanda, sebab itu lebih dahulu aku minta ampun, dan keampunan itu harap aku peroleh, sebab Riam kasih kepada kakanda anak yang terbuang di rantau ini.  

Oma Tak Perlu Mengatakannya

Oma menoleh. Mata tuanya membuka. “Kau tidak bisa tidur, Tegar?” Aku menggeleng. Memegang belakang kursi Oma, menggerakkannya pelan, membuat Oma nyaman di atasnya. “Seharusnya kau tidur. Bukankah besok pagi-pagi sekali kau berangkat ke Jakarta?” Aku mengangguk. Suara air menerpa atap resor terdengar berirama. Akan amat menyenangkan tidur dengan nina-bobo suara air hujan. “Aku senang. Akhirnya setelah dua tahun yang sia-sia kau memilih melakukan hal yang benar.” Suara tua Oma terdengar bergetar. “Anak-anak tidak senang dengan kabar itu.” “Anak-anak akan baik-baik saja. Mereka akan terbiasa dengan kepergian kau. Mereka memiliki ibunya sekarang.” “Rosie juga tidak senang dengan kabar itu.” Entah mengapa aku mengucapkan kalimat itu, terucap begitu saja.

Tentang Kamu

Thomson & CO. Thomson & Co., adalah salah satu firma hukum berkelas dan bergengsi di kota London. Firma hukum yang dibangun dan dibesarkan oleh generasi Thomson – sekeluarga. Berbeda dengan firma hukum kebanyakan, Thomson & CO., hanya memiliki enam orang associate saja. Thomson & CO., baru akan merekrut anggota kembali jika salah satu dari keenam anggota tersebut berhenti bekerja, dengan alasan seperti meninggal, mengundurkan diri, atau terpaksa berhenti. Bayangkan saja, betapa sulitnya untuk bisa menduduki salah satu kursi di firma keluarga Thomson tersebut. Thomson & CO., begitu selektif dan tidak main-main dalam merekrut anggota untuk bergabung, karena mereka menyadari tugas firma hukum sangatlah penting, dan harus diisi oleh manusia yang benar-benar jujur dan bertanggung jawab, mengingat tugas mereka tidaklah sederhana. Yaps, cerita dalam novel ini menyangkut perihal hukum, hanya soalan mencari pewaris harta warisan wanita tua. Tapi bang Tere tetap memberi p...

Hujan

Pernah mereka berdua sedang menunggu bus kota di halte, gerimis turun. "Kamu suka hujan, Lail?" Maryam tiba-tiba bertanya, mengusir rasa bosan karena bus datang terlambat, jadwalnya kacau karena sebagian kota tertutup salju, sebagian lagi malah turun hujan. Lail mengangguk. Dia selalu suka hujan. "Apa setiap kejadian penting dalam hidupmu terjadi saat hujan?" Lail mengangguk, belum mengerti arah percakapan. "Kalau begitu, itu kabar buruk bagimu, Lail."

Aku, Kau dan Sepucuk Angpau Merah

Tadi malam, di kapal, sebelum beranjak tidur aku cerita soal alamat Mei pada Pak Tua. Apa kata si bijak itu? Dia hanya melambaikan tangan. ‘’Cinta selalu menemukan jalan, Borno. Ada saja kebetulan, nasib takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan. Kalau sampai pulang ke Pontianak kau tidak bertemu gadis itu, berarti bukan jodoh. Sederhana bukan?‘’ Aku mendengus, apanya yang sederhana.

Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Bayangkanlah sebuah kolam luas, Kolam itu tenang, saking tenangnya terlihat bak kaca. Tiba-tiba hujan deras turun.. Bayangkan, ada berjuta bulir air hujan yang jatuh di atas air kolam, membuat riak.. Jutaan rintik air yang terus-menerus berdatangan, membentuk riak, kecil-kecil memenuhi seluruh permukaan kolam… Begitulah kehidupan ini, bagai sebuah kolam raksasa. Dan manusia bagai air hujan yang berdatangan terus-menerus, membuat riak.. Riak itu adalah gambaran kehidupannya.

Negeri Para Bedebah

"Tetapi tadi malam, saat orang kepercayaan Om Liem menjemputku di hotel, pukul dua dini hari, di dalam mobil Ram menyebutkan nama petinggi kepolisian dan pejabat kejaksaan yang menyidik kasus Bank Semesta. Aku mengenali nama itu. Nama kedua bedebah itu. Kau pernah bertanya kepadaku, apakah aku anak muda yang pintar, kaya, punya kekuasaan dengan kepribadian ganda? Penuh paradoks? Kau keliru, Julia. Aku adalah anak muda yang dibakar dendam masa lalu. Jiwaku utuh. Seperti berlian yang tidak bisa dipecahkan. Aku selalu menunggu kesempatan ini. "Apakah hidup ini adil? Papa-Mama mati terbakar. Dua bedebah itu menjadi orang penting di negeri ini. Satu menjadi bintang tiga kepolisian, hanya soal waktu dia bisa jadi kepala polisi. Satunya lagi jaksa paling penting dan berpengaruh di korpsnya, hanya soal waktu menjadi jaksa agung. Aku kembali, Julia. Sejak tadi malam aku memutuskan kembali ke keluarga ini. Aku akan membalas setiap butir debu jasad Papa-Mama. Beri aku waktu dua hari, ...